TRANSFORMASI KEWIRAUSAHAAN
BAB III
TRANSFORMASI KEWIRAUSAHAAN
Untuk menjadi seorang Entrepreneur yang sukses diperlukan beberapa langkah transformasi pola pikir paradigmaagar bisa menjalankan bisnis dan tahapan dari proses entrepreneurship.
Ada 4 (empat) jenis tahapan proses transformasi dalam entrepreneurship, yaitu:
1. Transformasi pola pikir (mindset) dan paradigma (paradigm), yaitu sebuah transformasi pemikiran, sikap, motif, semangat, dan karakter yang lama untuk berubah menjadi seseorang yang berpikiran sama dengan seorang entrepreneur yang cerdas.
2. Transformasi cara berpikir yang lama untuk berubah dari kebiasaan yang selalu menggunakan logika ke pola pikir kreatif dalam menemukan inspirasi, ide, dan peluang bisnis.
3. Transformasi entrepreneurial dari bersikap sebagai entrepreneur (owner) menjadi manajer pengelola bisnis yang profesional.
4. Transformasi entrepreneurial dari pola pikir owner ke pola pikir sebagai investor. Setelah seorang pebisnis itu sukses, pola pikirnya berkembang ingin menjadi seorang investor untuk mengembangkan bisnisnya.
2.2 FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG SESEORANG MENJADI SEORANG WIRAUSAHAWAN
Ada beberapa faktor yang memengaruhi keinginan seseorang untuk memilih jalur entrepreneurship sebagai jalan hidupnya. Faktor-faktor itu adalah:
1. Faktor
individual/personal : Yang dimaksudkan dengan faktor individual/personal di sini
ialah pengaruh pengalaman hidup dari kecil hingga dewasa, baik oleh lingkungan
ataupun keluarga.2. Suasana
kerja : Lingkungan
pekerjaan yang nyaman tidak akan menstimulus orang atau pikirannya untuk
berkeinginan menjadi pengusaha.
3. Tingkat pendidikan : Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin kecil pengaruhnya terhadap keinginan untuk memilih pengusaha sebagai jalan hidupnya.
4. Personality (kepribadian) : Ada banyak tipe kepribadian, seperti controller, advocator, analytic, dan facilitator. Dari tipe-tipe itu, yang cenderung mempunyai hasrat yang tinggi untuk memilih karier menjadi seorang pengusaha.
5. Prestasi pendidikan : Rata-rata, orang yang mempunyai prestasi akademis yang tidak tinggi justru mempunyai keinginan yang lebih kuat untuk menjadi seorang pengusaha. Hal itu didorong oleh sesuatu keadaan yang memaksa ia berpikir bahwa menjadi pengusaha adalah salah satu pilihan terakhir untuk sukses.
6. Dorongan keluarga : Keluarga sangat berperan penting dalam menumbuhkan serta mempercepat seseorang untuk mengambil keputusan berkarier sebagai entrepreneur, karena orang tua berfungsi sebagai konsultan pribadi, coach, dan mentornya.
7. Lingkungan dan pergaulan : Pergaulan dan lingkungan dapat mempengaruhi pola pikir kita misalnya jika bergaul dengan orang yang malas, maka lama-kelamaan juga menjadi malas, dan bilabergaul dengan orang pandai, Anda akan bertambah pandai.
8. Ingin lebih dihargai atau self-esteem : Posisi tertentu yang dicapai seseorang akan memengaruhi arah kariernya. Sesuai dengan teori Maslow, setelah kebutuhan sandang, pangan, dan papan terpenuhi.
9. Keterpaksaan dan keadaan : Kondisi yang diciptakan atau yang terjadi, misal PHK dan pengagangguran atau belum bekerja, akan dapat membuat seseorang memilih jalan hidupnya menjadi entrepreneur, karena memang sudah tidak ada pilihan lagi untuknya.
Menjadi pengusaha atau pekerja itu tidak ada bedanya. Yang pasti, menjadi entrepreneur memiliki tingkat kesukaran yang juga tinggi, namun pendapatan melebihipendapatan pekerja dan risiko di antara mereka tidak ada bedanya. Yang ada ialahbanyak orang ingin sukses tanpa kerja keras!
2.3 LIMA ALASAN ORANG TIDAK INGIN MENJADI WIRAUSAHAWAN
Hampir sebagian besar orang bermimpi ingin menjadi pengusaha. Ibarat buah durian: "Menakutkan, banyak durinya, tetapi sekali berani membukanya maka buahnya manisdan enak rasanya. Saya juga pernah mengalami hal itu; sulit untuk mengambil keputusan.Yang sulit bukan mimpinya, melainkan keputusan yang diambil dan langsungbertindak. Orang sering sekali memakai alasan-alasan yang tidak realistis. Sepertinya kita perlu tahu apa sebenarnya alasan-alasan yang dipikirkan orang sehingga la sulit untuk mulai memutuskan menjadi entrepreneur.
1. Tidak mempunyai pengalaman
2. Tidak mempunyai modal.
3. Tidak mempunyai keberanian untuk memutuskan.
3. Tingkat pendidikan : Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin kecil pengaruhnya terhadap keinginan untuk memilih pengusaha sebagai jalan hidupnya.
4. Personality (kepribadian) : Ada banyak tipe kepribadian, seperti controller, advocator, analytic, dan facilitator. Dari tipe-tipe itu, yang cenderung mempunyai hasrat yang tinggi untuk memilih karier menjadi seorang pengusaha.
5. Prestasi pendidikan : Rata-rata, orang yang mempunyai prestasi akademis yang tidak tinggi justru mempunyai keinginan yang lebih kuat untuk menjadi seorang pengusaha. Hal itu didorong oleh sesuatu keadaan yang memaksa ia berpikir bahwa menjadi pengusaha adalah salah satu pilihan terakhir untuk sukses.
6. Dorongan keluarga : Keluarga sangat berperan penting dalam menumbuhkan serta mempercepat seseorang untuk mengambil keputusan berkarier sebagai entrepreneur, karena orang tua berfungsi sebagai konsultan pribadi, coach, dan mentornya.
7. Lingkungan dan pergaulan : Pergaulan dan lingkungan dapat mempengaruhi pola pikir kita misalnya jika bergaul dengan orang yang malas, maka lama-kelamaan juga menjadi malas, dan bilabergaul dengan orang pandai, Anda akan bertambah pandai.
8. Ingin lebih dihargai atau self-esteem : Posisi tertentu yang dicapai seseorang akan memengaruhi arah kariernya. Sesuai dengan teori Maslow, setelah kebutuhan sandang, pangan, dan papan terpenuhi.
9. Keterpaksaan dan keadaan : Kondisi yang diciptakan atau yang terjadi, misal PHK dan pengagangguran atau belum bekerja, akan dapat membuat seseorang memilih jalan hidupnya menjadi entrepreneur, karena memang sudah tidak ada pilihan lagi untuknya.
Menjadi pengusaha atau pekerja itu tidak ada bedanya. Yang pasti, menjadi entrepreneur memiliki tingkat kesukaran yang juga tinggi, namun pendapatan melebihipendapatan pekerja dan risiko di antara mereka tidak ada bedanya. Yang ada ialahbanyak orang ingin sukses tanpa kerja keras!
2.3 LIMA ALASAN ORANG TIDAK INGIN MENJADI WIRAUSAHAWAN
Hampir sebagian besar orang bermimpi ingin menjadi pengusaha. Ibarat buah durian: "Menakutkan, banyak durinya, tetapi sekali berani membukanya maka buahnya manisdan enak rasanya. Saya juga pernah mengalami hal itu; sulit untuk mengambil keputusan.Yang sulit bukan mimpinya, melainkan keputusan yang diambil dan langsungbertindak. Orang sering sekali memakai alasan-alasan yang tidak realistis. Sepertinya kita perlu tahu apa sebenarnya alasan-alasan yang dipikirkan orang sehingga la sulit untuk mulai memutuskan menjadi entrepreneur.
1. Tidak mempunyai pengalaman
2. Tidak mempunyai modal.
3. Tidak mempunyai keberanian untuk memutuskan.
4. Tidak
ada orang yang menuntun.
5. Takut keluar dari "zona nyaman".
Tetapi, apakah Anda telah berpikir bagaimana bila Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan? Jawabannya ialah ubah mindset dan paradigma Anda tentang entrepreneurship. Pengusaha dan pekerja itu tidak jauh berbeda. Yang berbeda itu adalah risiko dan manfaat yang akan diterima. Jangan percaya mitos! Bila Anda ingin sukses segera tingkatkan kemampuan Anda. Dan tentunya Anda ingin tahu caranya, bukan?
2.4 TINGKATKAN KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN ANDA
Ada kalanya justru Anda sendirilah yang menggagalkan impian Anda. Kemampuan dan keterampilan kewirausahaan seseorang itu tergantung pada kemampuan seseorang dalam mengatasi ketakutan dalam dirinya yang sebenarnya tidak ada. Bahkan, sebenarnya kemampuan itu melebihi rasa takut tersebut. Jika Anda tidak dibakar oleh semangat untuk meraih impian, maka giliran semangat Anda yang akan memadamkan diri Anda untuk membuat perjalanan Anda menjadi gelap gulita karena hilangnya 'api semangat Jadi, pertahankan semangat Anda dan jangan sampai padam. Jadi kemampuan kewirausahaan itu dibagi berdasarkan tingkatan dalam mengatasi rasa takut akan kegagalan atau kesulitan yang seseorang hadapi. Tingkatan kemampuan kewirausahaan seseorang dibagi menjadi 5 tingkat, yaitu:
5. Takut keluar dari "zona nyaman".
Tetapi, apakah Anda telah berpikir bagaimana bila Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan? Jawabannya ialah ubah mindset dan paradigma Anda tentang entrepreneurship. Pengusaha dan pekerja itu tidak jauh berbeda. Yang berbeda itu adalah risiko dan manfaat yang akan diterima. Jangan percaya mitos! Bila Anda ingin sukses segera tingkatkan kemampuan Anda. Dan tentunya Anda ingin tahu caranya, bukan?
2.4 TINGKATKAN KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN ANDA
Ada kalanya justru Anda sendirilah yang menggagalkan impian Anda. Kemampuan dan keterampilan kewirausahaan seseorang itu tergantung pada kemampuan seseorang dalam mengatasi ketakutan dalam dirinya yang sebenarnya tidak ada. Bahkan, sebenarnya kemampuan itu melebihi rasa takut tersebut. Jika Anda tidak dibakar oleh semangat untuk meraih impian, maka giliran semangat Anda yang akan memadamkan diri Anda untuk membuat perjalanan Anda menjadi gelap gulita karena hilangnya 'api semangat Jadi, pertahankan semangat Anda dan jangan sampai padam. Jadi kemampuan kewirausahaan itu dibagi berdasarkan tingkatan dalam mengatasi rasa takut akan kegagalan atau kesulitan yang seseorang hadapi. Tingkatan kemampuan kewirausahaan seseorang dibagi menjadi 5 tingkat, yaitu:
1. Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut kecil sekali, sehingga ia cenderung menghindari risiko. Tingkat kewirausahaan semacam ini disebut sebagai tingkat kewirausahaan yang tidak memiliki jiwa kewirausahaan (zero entrepreneurialskill).
2. Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut ada, dan ia selalu menggunakan pengetahuannya untuk bekerja lebih baik lagi. Tingkat ini disebut comfortriskcalculationtaker (orang yang selalu menghitung risiko yang terjadi harus lebih kecil dari keuntungan yang ia peroleh).
3. Tingkat kemampuan kewirausahaan dalam menghadapi rasa takutnya lebih tinggi, dan ia memiliki keberanian untuk menanggung atau mengatasi risiko kegagalan. la berani menghadapi rasa takutnya karena ia merasa mampu, memiliki pengetahuan dan pengalaman kerja yang sesuai dengan apa yang ia kerjakan dalam bisnisnya. Tingkatan ini disebut riskcalculationtaker atau berani mengambil risiko usaha dengan perhitungan aman. Oleh sebab itu, seseorang pada tingkatan kewirausahaan ini sering disebut individual entrepreneur atau wirausahawan mandiri.
4. Tingkat kemampuan kewirausahaan dalam menghadapi rasa takut lebih kompleks, khususnya dalam hal memperhitungkan, mengendalikan, mengatasi dan menanggung risiko kegagalan usahanya dibanding dengan ketiga tingkatan di atas. la berani mengalahkan dan mengatasi rasa takutnya bukan hanya karena pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya saja, tetapi lebih kompleks dari itu.
Tingkat kemampuan kewirausahaan dalam menghadapi rasa takutnya sangat tinggi, artinya dalam hal mengatasi rasa takut akan kegagalan yang cukup besar. ia cenderung mengambil keputusan menggunakan intuisinya yang kuat sekali. bahkan bisa cenderung sedikit mengadu keberuntungan. Orang pada tingkatan ini disebut risktaker atau pengambil risiko.
2.5 MITOS YANG SALAH TENTANG KEWIRAUSAHAAN
1. Entrepreneur yang sukses itu karena guratan nasib (jalan hidup).
Kita perlu berpikir bahwa hidup itu adalah suatu pilihan, dan kita sebenarnya dihadapkan dengan banyak pilihan, hanya kita yang membatasinya. Sukses atau gagal, tidak ada seorang pun yang akan peduli. Bahkan, tidak ada orang lain yang mampu mengubah kehidupan dan masa depan kita, kecuali diri kita sendiri.
2. Entrepreneur itu bersifat keturunan.
Ingatlah bahwa semua orang bisa menjadi entre- preneur. Hanya tinggal di bisnis mana Anda memilih dan memulainya. Saya yakin Anda juga bisa! Lingkungan keluarga pengusaha hanya sebagai incubator saja.
3. Menjadi entrepreneur setelah ada peluang yang bagus.
Ketahuilah bahwa apa yang menjadi peluang emas bagi orang lain belum tentu merupakan peluang emas bagi Anda. Ingatlah juga bahwa peluang itu dicari, bukannya ditunggu. Peluang yang terbaik itu berasal dari diri Anda sendiri, bukan dari orang lain.
4. Entrepreneur yang sukses itu karena punya modal besar.
Modal memang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis, tetapi modal yang mana? Banyak jenis modal yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur untuk sukses. Namun, modal uang itu bukan satu-satunya faktor utama yang membuat seorang entrepreneur itu sukses. Modal hanya menentukan size sebuah organisasi bisnis yang akan dimulai.
5. Menjadi entrepreneur itu karena bakat dan tidak bisa dipelajari.
Menjadi seorang entrepreneur itu juga bisa dipelajari dan dikembangkan, asalkan kita punya tekad yang kuat untuk meraihnya dan mempunyai pedoman pengetahuan untuk memulai dan menjalankan bisnis dengan benar.
2.6 KETAKUTAN, PENGHALANG UTAMA UNTUK MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR
2.6.1 Apa Itu Ketakutan
Kelemahan utama orang untuk memulai usaha adalah takut untuk keluar dari rasa aman dan kenyamanannya, atau dari zona kenyamanan, karena mereka tidak mempunyai kekuatan yang cukup sehingga dirinya tetap bertahan dalam zona kenyamanan tersebut atau yang disebut "surga dunia".
Ada beberapa macam ketakutan yang merupakan penghalang utama (risiko) untuk menjadi entreprenuer, yaitu:
1. Takut "gagal" dalam bisnis
2. Takut menjadi miskin/rugi lalu bangkrut
3. Takut keluar dari zona kenyamanan
4. Takut lelah
5. Takut stres
6. Takut malu
7. Takut terlihat bodoh dan ditertawakan.
2.6.2 Mengalahkan Rasa Takut
Pahami dengan jelas bahwa keberhasilan berarti perubahan dan berisiko akan menghadapi berbagai cobaan, tetapi bukan kegagalan. Kegagalan itu ada yang berupa cobaan kecil, cobaan besar, atau yang sangat besar, namun bukanlah sesuatu yang menakutkan dan yang akan membuat mati. Yang membuat "mati" hanyalah satu, yaitu tiadanya harapan yang lebih besar daripada kemampuan Anda untuk mengatasi ketakutan itu sendiri (putus asa).
Keberhasilan juga membutuhkan keyakinan bahwa Anda bisa. Setelah Anda yakin, maka akan timbul keberanian untuk menghadapi kemungkinan tidak adanya pengakuan dari pihak keluarga atau teman atas kegagalan Anda.
Seringkali menghadapi pelecehan seperti rasa sinis dan lainnya. Anggaplah itu seperti desiran angin saja. Agar dapat bertahan di dalam cobaan atau tantangan yang bertubi-tubi, dibutuhkan kekuatan dan keyakinan yang tidak tergoyahkan. Anda lebih baik menghindari "takut untuk gagal" karena setelah gagal adalah keberhasilan.
2.6.3 Sumber Ketakutan
Ada 4 sumber rasa takut yang muncul saat ingin memulai bisnis, yaitu:
1. Ketakutan itu sebenarnya persepsi kita saja
Ketakutan ini diakibatkan karena analisis dan hasil pemikiran kita saja, padahal hasilnya belum tentu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Apa benar Anda telah mengalaminya? Belum bukan? Semua baru angan-angan, desas-desus atau pikiran bawah sadar
2. Ketakutan itu mengada-ada saja
Terkadang kita berpikir dan berandal-andai sendiri mengapa kita takut, tanpa adanya alasan yang jelas (tidak beralasan). Mengandai-andai itu suatu pemikiran Anda saja. Coba kita ulas, siapa yang tahu kelemahan kita? Keterbatasan kita? Kekurangan kita? Ya, diri kita sendiri!
3. Ketakutan karena tekanan lingkungan dan dari pihak luar Anda sendiri
Mitos atau cerita turun-temurun telah membuat kita berpikir untuk tidak mencobanya. Hindarilah suara-suara sumbang. Bila perlu, analisislah itu, tetapi bukan sebagai penghambat. Anggaplah sebagai masukan yang membangun.
4. Ketakutan karena ketidaksiapan atau ketidakmampuan Anda
Kita sering menghadapi rasa takut karena kita sama sekali belum pernah mencobanya atau tidak siap. Hal ini bisa terjadi karena kita belum siap atau tidak mampu melakukannya. Cobalah untuk mempersiapkannya terlebih dahulu, dan majulah kembali. Lalu, teruslah mencoba, dan Anda pasti sukses. Hanya butuh satu kata, yaitu waktu (TIME).
2.6.4 Cara Mengatasi Ketakutan
Beberapa cara untuk mengatasi ketakutan:
1. Masuklah ke "mata hati ketakutan" itu sendiri.
Bagaimana cara mengatasi rasa takut itu? Pertama ialah meningkatkan kekuatan atau kemampuan Anda (150%) untuk mengatasi risiko yang akan terjadi yang menyebabkan Anda takut. Persiapkanlah! Kedua, mengurangi risiko 50%, dengan tetap mempertahankan kemampuan atau kekuatan Anda semula, sehingga timbul rasa percaya diri dalam diri Anda untuk mencobanya dan masuk lebih dalam lagi.
Ketakutan itu mempunyai dunia sendiri. Mulailah Anda masuk ke dalam dunia ketakutan tersebut. Cobalah untuk melihat lebih dekat seperti apa ketakutan itu, yang sebenarnya tidak mengerikan. Bila anda tahu akibatnya, maka ketakutan akan sirna dengan sendirinya.
2. Urailah dari risiko yang paling kecil sampai yang paling besar
Kemudian sampai batas mana kekuatan dan kemampuan Anda yang bisa Anda tanggulangi, lalu lakukan hitungan balik atau langkah mundur untuk me-manage risikonya dan cobalah sekali lagi.
3. Manusia tetaplah manusia. Ia mempunyai rasa dan keterbatasan.
Jadi, Anda tidak boleh melangkah tanpa mengetahui apa risiko dari ketakutan yang bakal terjadi atau menimpa Anda, yang membuat Anda takut karena Anda "buta" tentang apa yang akan Anda lakukan, sehingga Anda berpikir untuk lebih baik menghindar! Itu salah besar.
4. Berhenti menginginkan untuk menghindari ketakutan itu.
Ketakutan itu buruk muka, tetapi bila kita mengenalnya, maka manis di dalamnya. Cobalah Anda memanfaatkan ketakutan tersebut menjadi kekuatan Anda. Jangan menghindarinya. Semakin kuat Anda menghindarinya, semakin kuat pula ketakutan itu mencengkeram Anda. Ketakutan itu memiliki kelemahan, jadi carilah kelemahan tersebut dan taklukkanlah.
5. Buat hasil dari ketakutan tersebut menjadi tidak berarti jika Anda tidak berkepentingan dengan hasil dari suatu keadaan, maka Anda tidak akan merasa takut.
Berpikirlah bahwa pengalaman dan informasi yang terkandung dari risiko yang terjadi atas ketakutan tersebut itu bermanfaat, bukan hasilnya yang Anda terus lihat, yang membuat Anda terus mengalami ketakutan tetapi petiklah pengalamannya dan belajarlah dari nasihat sang 'rasa takut.
6. Ubah rasa ketakutan Anda menjadi kekuatan yang positif.
Misalnya, bila kita takut dikejar anjing, maka kita akan cenderung menghindarinya, tetapi bagaimana bila kita harus melewati jalan itu dan itu adalah satu-satunya jalan? Keterpaksaan dan tekanan akan membuat kita memutar otak untuk terus memecahkannya.
Terkadang kita malah lebih cerdas dari sebelumnya karena rasa ketakutan itu hinggap di dalam pikiran kita yang memaksa kita untuk berpikir kreatif. Tetapi bila ternyata kita benar-benar dikejar oleh anjing tersebut, maka kita terpaksa menyelamatkan diri dan timbullah kekuatan yang sebelumnya tidak pernah ada.
2.6.5 Manfaatkan Rasa Takut
Selain cara yang telah disebutkan sebelumnya, ada enam cara untuk mengendalikan dan memanfaatkan ketakutan sehingga menjadikannya sumber kekuatan bagi kita agar tidak ada penghalang lagi, yaitu:
1. Kuasailah ketakutan dan cari alurnya
Di dalam ketakutan, ada kekuatan yang dahsyat untuk melangkah, yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Ini bisa didapat bila kita masuk, melakukan, dan mengikuti alur (jalur) ketakutan itu. Biarlah kita berada di dalamnya. Kemudian, taklukkanlah ketakutan itu.
2. Tataplah ketakutan itu dengan tajam, karena sebenarnya ketakutan juga mempunyai rasa takut
Ketakutan itu ternyata tidaklah sehebat yang Anda pikirkan atau perkirakan. Ketakutan itu juga lemah bila Anda memasukinya. Salah satu cara untuk mengatasi ketakutan Anda adalah dengan memasukinya dan berhenti untuk menghindarinya.
3. Ketakutan itu adalah "perbedaan" persepsi saja, jadi manfaatkan
Sebagai contoh, ada seorang pengusaha pemula yang ingin menjual produknya kepada calon pelanggan. Tetapi, begitu melihat minatnya berbeda dengan minat pelanggan, dia menjadi takut untuk melanjutkannya dan bingung tentang apa yang harus dilakukannya.
Cobalah untuk memulai mengetahui perbedaan itu. Mengapa dia tidak berminat? Mengapa dia tidak ingin membeli? Cobalah mendekatinya lewat persahabatan dan ketahuilah alasannya. Apabila kita memasuki minat pelanggan. yaitu memberi informasi bahwa pelanggan akan mendapat keuntungan yang lebih besar, maka ketakutan orang akan barang yang tidak laku dijual akan sirna dengan sendirinya.
4. Janganlah melihat hasil, tetapi selesaikanlah apa yang dapat Anda lakukan terlebih dahulu
Pengharapan dan kecemasan yang berlebihan akan membuat Anda terbelenggu oleh ketakutan. Selesaikanlah apa yang dapat Anda lakukan saat ini, kerjakanlah sebaik-baiknya dan lihatlah hasilnya kemudian. Lalu, coba tingkatkan hasilnya secara perlahan hingga maksimal.
5. Cuek dan tenanglah, dia juga teman
Ketakutan itu akan hilang dengan sendirinya. Yang penting bagi kita adalah melewati ketakutan yang kita hadapi itu dengan tenang. Anggap saja dia sedang menakut-nakuti kita.
6. Lakukanlah apa yang bisa Anda lakukan, jangan melihat akibatnya
Lakukanlah apa yang bisa Anda lakukan saat ini, jangan memikirkan hal-hal lainnya yang malah akan mengganggu Anda. Berkonsentrasilah dengan apa yang Anda kerjakan dan berfokuslah pada hasil, bukan pada akibatnya dahulu
2.7 KEBERANIAN
Keberanian dan ketakutan itu tidak ada bedanya. Yang membedakan hanya pada cara memandang dan kesiapannya saja. Ketakutan selalu berjalan dengan terus menghadap ke belakang, sedang keberanian berjalan terus mengahadap ke depan. Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk mengalahkan ketakutan anda yaitu:
1. Kedalikan ketakutan anda
2. Janganlah berpikiran negatif atau ini sudah “Nasib” anda, dan janganlah membatasi diri anda.
3. Berfikirlah “ be the best for yourself”
4. Gunakanlah “ power of dream” anda
5. Berfikirlah bahwa” setiap orang mempunyai bakat untuk menjadi entrepreneur asalkan mengetahui kepribadiannya terlebih dahulu” dan memberdayakannya.
6. Melihat ke depan bukan ke belakang.
Berani Dulu ataukah Skill Dulu?
Seorang wirausahawan yang smart akan mendahulukan yang penting dalam memulai sebuah usaha. Diantaranya adalah berani dulu atau skill dulu?. Bisnis itu selalu dihadapi oleh hal-hal yang tidak pasti(uncertainty) dan untuk memulai usaha tidak cukup kalau hanya sekedar bermodal intuisi(feeling).
Ada orang yang berkata bahwa yang penting adalah keberanian dulu didalam memulai suatu usaha. Tetapi, ada jug berkata” oh berani memang perlu, tetapi kalau skill bagaimana? Sudah pasti mendapat masalah. Bila kita mau berwirausaha, kita perlu keberanian untuk memulai dan mengambil keputusan” ya”, tetapi secara perlahan-lahan kita juga perlu mempelajari konsep.strategi,taktik, dan pengetahuan tentang bisnis yang benar dan baik sampai kita menjadi ahli di bidang tersebut dengan memahami seluk-beluk bisnis dan pasarannya. Dengan cara ini kita akan mendapatkan suatu cara untuk menjalankan bisnis tersebut dengan resiko kegagalan yang bisa ditolerir untuk tetap bertahan dalam persaingan yang ketat. Jadi keberanian yang dibutuhkan terlebih dahulu, baru disusul dengan modal skill yang diasahdan dilatih secara kontinu sampai kita mantap dan siap terjun ke bisnis secara total.
2.8 MODAL
Modal uang hanya menentukan size usaha atau bisnis, selebihnya bukan itu! Anda mau memulainya dari nol! Langsung besar! Atau mengebrak pasar dengan modal besar?
Pembicaraan tentang modal pasti setiap orang berfikir pada uang atau investasi dan operasional. Orang selalu berfikir bahwa untuk memuai bisnis harus ada dana besar agar bisa berhasil. Untuk besar di awal, berbisnis itu memang mutlak membutuhkan modal ( dalam arti investasi). Namun, sebenarnya masih ada kiat-kiat lain yang bisa anda pilih dan lakukan hal itu tidak membutuhkan modal uang dalam jumlah besar. Lalu, modal itu apa dan jenis modal yang mana saja yang diperlukan oleh seorang pengusaha yang sukses?
2.8.1 Apa saja yang bisa menjadi modal untuk usaha
Apa saja kebutuhan modal bagi seseorang untuk memulai usaha? Modal anda di dalam memulai sebuah usaha yaitu:
2. Knowledge(pengetahuan
anda), bila taka da, berarti tidak lulus kuliah
3. Skill(Keahlian anda)= kebiasan +pengetahuan
4. Keberanian (kemampuan, Anda untuk mengatasi rasa takut)
5. Konsep bisnis anda( bila taka da, coba pelajari terlebih dahulu)
6. Networking Anda( Jaringan relasi) Apakah anda tak punya teman?
7. Spiritual support(gairah dan semangat)sudah pasti ada, bukan?
8. Kreativitas dan inovasi: cobalah anda lebih dan pelajari caranya.
9. Equity(uang/aset)
Modal uang memang penting, sama pentingnya dengan anda menginginkan seberapa besar bisnis anda akan dimulai: besarkah,sedangah ,kecilkah atau mulai dari nol(tumbuh dari bawah ), masing-masing membutuhkan modal uang yang berbeda-beda misalnya:
Besar secara cepat: butuh modal besar(uang banyak)
· Lewat fanchise
· Beli perusahaan
· Beli saham orang, dan lain-lain
Sedang: organisasi sudah”well operated”, modal uang (investasi) lumayan:
· Investasi Gedung sendiri
· Membeli dan mendesain sendiri, menciptaan organisasi yang layak untuk bersaing
· Memakai konsultan atau tidak
· Langsung oke, bisa bersaing dipasar
Kecil: organisasi sederhana, modal uang(investasi)cukup
· Diawali dari modal secukupnya, tetapi bisa bersaing dengan target yang anda bisa hadapi dan raih (bersaing), yang penting survive
Dari nol: organisasi menjadi satu kesatuan (individu), modal yang sangat kecil:
· Mulai dari awal, kecil (step by step)
· Tumbuh mulai dari bawah sekali, tetapi waktu tetapi lama
Ini adalah strategi untuk menentukan jenis bisnis dan karakter usaha yang anda inginkan dan disesuaikan dengan “ source” yang anda punayai( akan dibahas dalam bagian lain).Namun, hal ini saja belum cukup . Anda masih membutuhkan yang satu ini
10. Keberuntungan (lucky)
2.8.2 Apakah berbisnis tanpa modal(uang) besar itu mungkin?
Disinilah saya bisa memulai berbisnis yang sebenarnya. Saya menyarankan kepada anda yang mempunyai modal terbatas, buatlah konsep riset, dan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan kepribadian anda. Bila anda hanya memiliki modal yang terbatas, berikut ini beberapa cara yang dapat Anda pakai untuk berbisnis:
1. Modal (jual) skill dan knowledge anda.
2. Modal (jual) network dan community anda.
3. Modal(jual) hobi dan kesukaan anda.
4. Modal (jual) pengalaman anda (experiences).
5. Modal (jual ) “nama” anda.
6. Modal ( jual) “informasi” anda.
2.8.3 Be A Smart and Good Entrepreneur
Entrepreneur yang smart and good adalah entrepreneur yang bukan hanya bermodalkan keberanian saja (asal “nyebur” atau masuk). Seorang smart entrepreneur itu harus smart, yang memiliki arti sebagai berikut:
S trategic thicker and strong emotional attachment
M otivator yang handal bagi diri sendiri atau tim dan self leader
A mbisius karen “ high acthiever” (tidak mengenal kata biasa saja dan puas begitu saja).
R isk manager, not just a risk taker
T otalitas dalam bekerja dan target oriend yang penuh komitmen dan konsisten (80% hidup anda ada di pekerjaan, jadi cintailah pekerjaan atau bisnis anda agar tidak stress dan frustasi).
Inilah yang kami sebut SMART. Pengusaha yang handal itu merupakan strategic thinker, motivator ulung, ambisius,risk manager, dan totalitas dalam bekerja( termasuk keteguhan hati, keberanian, dan keuletan).
2.9 LEVEL OF ENTREPRENEUR
Setiap kita harus pandai dalam mengelola risiko dan manfaat yang akan kita terima di setiap waktu.Apa yang kita pilih semuanya mengandung risiko, baik itu berjalan, diam,maju,memilih,menunggu,atau bekerja. Bahkan,pengangguran yang tidak atau belum mau berusaha juga mempunyai risiko akan masa depannya. Dia mempertaruhkan waktu yang dimilikinya.Begitu juga yang berani mengambil risiko tinggi atau gambling di dalam hidupnya, ia mempertaruhkan risiko bagi dirinya sendiri.
Mari kita lihat level demi level dari entrepreneur,yaitu:
1. Level“zero"-unemployee
Di dalam Rich Dad Poor Dad karangan Robert T. Kyosaki, level ini tidak dibahas secara detail, tetapi orang-orang yang berada pada level ini juga merupakan entrepreneur yang memilih risiko yang paling minimal(zero atau risk free)
2. Level 1-employee(little risk)
Semua pekerja dari buruh hingga profesional pasti mempunyai seorang pimpinan (kepala) kepada siapa mereka harus mempertanggungjawabkan manfaat,risiko (tuntutan dari atasan tersebut untuk memberikan kontribusi atau manfaat yang akan mereka terima).Misalnya:
· Buruh kepada mandor.
· Pekerja kepada atasan atau manajer.
· Direktur kepada komisaris.
· Manajer kepada direktur.
Inilah yang disebut entrepreneurship level 1. Bila kita memperhatikan entrepreneur level satu ini,yaitu employe,maka jika ia mempunyai visi jauh ke depan,pasti ia akan meningkatkan level entrepreneur-nya ke level di atasnya
3. Level 2-self-business(self-employee)
Pada level ini,ciri-ciri entrepreneur sejati sudah mulai muncul, yaitu ia mempunyai visi yang tidak ingin diatur, ia tidak mudah puas diri, dan seorang high achiever. Di dalam suatu organisasi perusahaan, seorang pekerja yang mempunyai karakter entrepreneur selalu mempunyai sifat ingn jadi bos bagi dirinya sendiri dan tidak mau diatur, sehingga ia bisa keluar dari sistem karena faktor keahlian dan pengalaman yang didukung oleh kesukaan akan sesuatu yang telah lama dirindukannya. Berbeda dengan employee, pada level ini self-business ingin menjadi bos bagi dirinya sendiri dan berani menanggung risiko atas dirinya sendiri. Inilah yang disebut entrepreneur level2(spin out from the organization system).
4. Level 3 - businessman ( business owner)
Pada level ini,bisnisman sedikit mempunyai jiwa challenging" yang kuat,sehingga dia ingin benar-benar menjadi bos dari sebuah tim atau sistem. Ia lebih komplet dan mendekati perfect organization leader dari suatu unit usaha. Inilah yang disebut entrepreneur level 3.
5. Level 4 - investor ( truly speculative businessman)
Mereka yang berada pada level ini sedikit berbeda dengan bisnisman lainnya. Pada level ini, ada faktor kalkulasi yang spekulatif untuk menentukan bisnisnya,tetapi penuh dengan perhitungan (profesional) atau menjurus ke gambling (gambler), namun tidak ada organisasi yang dipertahankan atau dikelolanya secara langsung dalam waktu yang lama.
2.10 TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI WIRAUSAHAWAN YANG CERDAS
Adapun tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh orang yang telah sukses menjadi seorang wirausahawan adalah sebagai berikut:
1. Tahapan tingkat pertama: Proses mengenal,memahami,dan mengerti kewirausahaan
Dalam tahapan awal (pertama), seseorang yang ingin menjadi seorang wirausahawan terdiri dari 4 tahapan penting sebagai simpul pertamanya,yaitu mengenal,memahami,dan mengerti kewirausahaan. Tahapan-tahapan penting dari simpul pertama kewirausahaan terdiri dari:
A. Tahap perkenalan (introduction process)
Tahapan ini adalah tahapan dari proses mengenal kewirausahaan karena di tahapan inilah orang mulai mengetahui arti dan manfaat dari kewirausahaan dalam meraih impian.
B. Tahap ketertarikan terhadap kewirausahaan(attractiveness process)
Tahapan penting lainnya dari kewirausahaan adalah tahapan orang memasuki pintu gerbang kewirausahaan setelah melihat 'wajah' dari kewirausahaan. Untuk itu Anda membutuhkan kuncinya, yaitu key of entrepreneurship
C. Tahap proses gejolak spiritual dan emosi (spiritual and emotional process)
Tahapan ini merupakan proses menciptakan semangat kewirausahaan (spirit of entrepreneurship).Dalam hal ini terjadi gejolak emosi yang akan memunculkan keberanian untuk memutuskan apakah ingin menjadi wirausahawan atau sebaliknya,yaitu rasa takutnya justru semakin besar yang membuat ia gagal sebagai wirausahawan.
D. Tahap proses mengambil keputusan (take a decision process)
Dalam proses pengambilan keputusan untuk menjadi seorang wirausahawan, seseorang itu mesti cerdas.Itu berarti dia harus tahu bahwa agar bisa sukses sebagai seorang wirausahawan,seseorang harus bekerja dengan cerdas (strategic thinker,motivator,ambition,risk manager,and totality),bukan hanya bekerja keras saja.
2. Tahapan tingkat kedua:Mempersiapkan diri dan merencanakan bisnis Anda
Dalam tahapan ini terdapat dua tahapan penting yang perlu Anda ketahui,yaitu:
A. Tahap mempersiapkan diri menjadi seorang wirausahawan
Mempersiapkan bisnis pada tahapan ini mencakup 4 tahapan penting, yaitu:
1. Tahap mengenal diri Anda untuk menemukan asal peluang bisnis Anda.
2. Mempelajari teori peluang dengan cara berpikir kreatif untuk menemukan inspirasi bisnis.
3. Menganalisa dan memanfaatkan inspirasi bisnis untuk dijadikan alternatif-alternatif peluang bisnis Anda.
4. Mengubah dan menentukan alternatif-alternatif peluang menjadi sebuah bisnis.
B. Tahap merencanakan kerangka bisnis Anda atau business software
Tahapan merencanakan untuk memulai sebuah bisnis:
1. Perencanaan bisnis.
2. konsep dan aspek-aspek manajemen bisnis.
3. Hal-hal yang berisi tentang pengetahuan-pengetahuan lain yang akan dirangkai oleh kewirausahaan sebagai benang merah pengikat ilmu-ilmu tersebut.
3. Memulai,Menjalankan,Mengelola, dan Mengembangkan Bisnis Anda
Memulai bisnis itu harus sama baiknya dengan saat Anda mempersiapkan dan merencanakan bisnisnya, karena memulai bisnis itu berarti menjalankan rencana sesuai dengan rencana bisnis (bussiness plan).
Itulah tahapan-tahapan yang perlu Anda ketahui, mengerti, dan bear-benar memahaminya untuk menjadi seorang wirausahawan.
3. Skill(Keahlian anda)= kebiasan +pengetahuan
4. Keberanian (kemampuan, Anda untuk mengatasi rasa takut)
5. Konsep bisnis anda( bila taka da, coba pelajari terlebih dahulu)
6. Networking Anda( Jaringan relasi) Apakah anda tak punya teman?
7. Spiritual support(gairah dan semangat)sudah pasti ada, bukan?
8. Kreativitas dan inovasi: cobalah anda lebih dan pelajari caranya.
9. Equity(uang/aset)
Modal uang memang penting, sama pentingnya dengan anda menginginkan seberapa besar bisnis anda akan dimulai: besarkah,sedangah ,kecilkah atau mulai dari nol(tumbuh dari bawah ), masing-masing membutuhkan modal uang yang berbeda-beda misalnya:
Besar secara cepat: butuh modal besar(uang banyak)
· Lewat fanchise
· Beli perusahaan
· Beli saham orang, dan lain-lain
Sedang: organisasi sudah”well operated”, modal uang (investasi) lumayan:
· Investasi Gedung sendiri
· Membeli dan mendesain sendiri, menciptaan organisasi yang layak untuk bersaing
· Memakai konsultan atau tidak
· Langsung oke, bisa bersaing dipasar
Kecil: organisasi sederhana, modal uang(investasi)cukup
· Diawali dari modal secukupnya, tetapi bisa bersaing dengan target yang anda bisa hadapi dan raih (bersaing), yang penting survive
Dari nol: organisasi menjadi satu kesatuan (individu), modal yang sangat kecil:
· Mulai dari awal, kecil (step by step)
· Tumbuh mulai dari bawah sekali, tetapi waktu tetapi lama
Ini adalah strategi untuk menentukan jenis bisnis dan karakter usaha yang anda inginkan dan disesuaikan dengan “ source” yang anda punayai( akan dibahas dalam bagian lain).Namun, hal ini saja belum cukup . Anda masih membutuhkan yang satu ini
10. Keberuntungan (lucky)
2.8.2 Apakah berbisnis tanpa modal(uang) besar itu mungkin?
Disinilah saya bisa memulai berbisnis yang sebenarnya. Saya menyarankan kepada anda yang mempunyai modal terbatas, buatlah konsep riset, dan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan kepribadian anda. Bila anda hanya memiliki modal yang terbatas, berikut ini beberapa cara yang dapat Anda pakai untuk berbisnis:
1. Modal (jual) skill dan knowledge anda.
2. Modal (jual) network dan community anda.
3. Modal(jual) hobi dan kesukaan anda.
4. Modal (jual) pengalaman anda (experiences).
5. Modal (jual ) “nama” anda.
6. Modal ( jual) “informasi” anda.
2.8.3 Be A Smart and Good Entrepreneur
Entrepreneur yang smart and good adalah entrepreneur yang bukan hanya bermodalkan keberanian saja (asal “nyebur” atau masuk). Seorang smart entrepreneur itu harus smart, yang memiliki arti sebagai berikut:
S trategic thicker and strong emotional attachment
M otivator yang handal bagi diri sendiri atau tim dan self leader
A mbisius karen “ high acthiever” (tidak mengenal kata biasa saja dan puas begitu saja).
R isk manager, not just a risk taker
T otalitas dalam bekerja dan target oriend yang penuh komitmen dan konsisten (80% hidup anda ada di pekerjaan, jadi cintailah pekerjaan atau bisnis anda agar tidak stress dan frustasi).
Inilah yang kami sebut SMART. Pengusaha yang handal itu merupakan strategic thinker, motivator ulung, ambisius,risk manager, dan totalitas dalam bekerja( termasuk keteguhan hati, keberanian, dan keuletan).
2.9 LEVEL OF ENTREPRENEUR
Setiap kita harus pandai dalam mengelola risiko dan manfaat yang akan kita terima di setiap waktu.Apa yang kita pilih semuanya mengandung risiko, baik itu berjalan, diam,maju,memilih,menunggu,atau bekerja. Bahkan,pengangguran yang tidak atau belum mau berusaha juga mempunyai risiko akan masa depannya. Dia mempertaruhkan waktu yang dimilikinya.Begitu juga yang berani mengambil risiko tinggi atau gambling di dalam hidupnya, ia mempertaruhkan risiko bagi dirinya sendiri.
Mari kita lihat level demi level dari entrepreneur,yaitu:
1. Level“zero"-unemployee
Di dalam Rich Dad Poor Dad karangan Robert T. Kyosaki, level ini tidak dibahas secara detail, tetapi orang-orang yang berada pada level ini juga merupakan entrepreneur yang memilih risiko yang paling minimal(zero atau risk free)
2. Level 1-employee(little risk)
Semua pekerja dari buruh hingga profesional pasti mempunyai seorang pimpinan (kepala) kepada siapa mereka harus mempertanggungjawabkan manfaat,risiko (tuntutan dari atasan tersebut untuk memberikan kontribusi atau manfaat yang akan mereka terima).Misalnya:
· Buruh kepada mandor.
· Pekerja kepada atasan atau manajer.
· Direktur kepada komisaris.
· Manajer kepada direktur.
Inilah yang disebut entrepreneurship level 1. Bila kita memperhatikan entrepreneur level satu ini,yaitu employe,maka jika ia mempunyai visi jauh ke depan,pasti ia akan meningkatkan level entrepreneur-nya ke level di atasnya
3. Level 2-self-business(self-employee)
Pada level ini,ciri-ciri entrepreneur sejati sudah mulai muncul, yaitu ia mempunyai visi yang tidak ingin diatur, ia tidak mudah puas diri, dan seorang high achiever. Di dalam suatu organisasi perusahaan, seorang pekerja yang mempunyai karakter entrepreneur selalu mempunyai sifat ingn jadi bos bagi dirinya sendiri dan tidak mau diatur, sehingga ia bisa keluar dari sistem karena faktor keahlian dan pengalaman yang didukung oleh kesukaan akan sesuatu yang telah lama dirindukannya. Berbeda dengan employee, pada level ini self-business ingin menjadi bos bagi dirinya sendiri dan berani menanggung risiko atas dirinya sendiri. Inilah yang disebut entrepreneur level2(spin out from the organization system).
4. Level 3 - businessman ( business owner)
Pada level ini,bisnisman sedikit mempunyai jiwa challenging" yang kuat,sehingga dia ingin benar-benar menjadi bos dari sebuah tim atau sistem. Ia lebih komplet dan mendekati perfect organization leader dari suatu unit usaha. Inilah yang disebut entrepreneur level 3.
5. Level 4 - investor ( truly speculative businessman)
Mereka yang berada pada level ini sedikit berbeda dengan bisnisman lainnya. Pada level ini, ada faktor kalkulasi yang spekulatif untuk menentukan bisnisnya,tetapi penuh dengan perhitungan (profesional) atau menjurus ke gambling (gambler), namun tidak ada organisasi yang dipertahankan atau dikelolanya secara langsung dalam waktu yang lama.
2.10 TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI WIRAUSAHAWAN YANG CERDAS
Adapun tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh orang yang telah sukses menjadi seorang wirausahawan adalah sebagai berikut:
1. Tahapan tingkat pertama: Proses mengenal,memahami,dan mengerti kewirausahaan
Dalam tahapan awal (pertama), seseorang yang ingin menjadi seorang wirausahawan terdiri dari 4 tahapan penting sebagai simpul pertamanya,yaitu mengenal,memahami,dan mengerti kewirausahaan. Tahapan-tahapan penting dari simpul pertama kewirausahaan terdiri dari:
A. Tahap perkenalan (introduction process)
Tahapan ini adalah tahapan dari proses mengenal kewirausahaan karena di tahapan inilah orang mulai mengetahui arti dan manfaat dari kewirausahaan dalam meraih impian.
B. Tahap ketertarikan terhadap kewirausahaan(attractiveness process)
Tahapan penting lainnya dari kewirausahaan adalah tahapan orang memasuki pintu gerbang kewirausahaan setelah melihat 'wajah' dari kewirausahaan. Untuk itu Anda membutuhkan kuncinya, yaitu key of entrepreneurship
C. Tahap proses gejolak spiritual dan emosi (spiritual and emotional process)
Tahapan ini merupakan proses menciptakan semangat kewirausahaan (spirit of entrepreneurship).Dalam hal ini terjadi gejolak emosi yang akan memunculkan keberanian untuk memutuskan apakah ingin menjadi wirausahawan atau sebaliknya,yaitu rasa takutnya justru semakin besar yang membuat ia gagal sebagai wirausahawan.
D. Tahap proses mengambil keputusan (take a decision process)
Dalam proses pengambilan keputusan untuk menjadi seorang wirausahawan, seseorang itu mesti cerdas.Itu berarti dia harus tahu bahwa agar bisa sukses sebagai seorang wirausahawan,seseorang harus bekerja dengan cerdas (strategic thinker,motivator,ambition,risk manager,and totality),bukan hanya bekerja keras saja.
2. Tahapan tingkat kedua:Mempersiapkan diri dan merencanakan bisnis Anda
Dalam tahapan ini terdapat dua tahapan penting yang perlu Anda ketahui,yaitu:
A. Tahap mempersiapkan diri menjadi seorang wirausahawan
Mempersiapkan bisnis pada tahapan ini mencakup 4 tahapan penting, yaitu:
1. Tahap mengenal diri Anda untuk menemukan asal peluang bisnis Anda.
2. Mempelajari teori peluang dengan cara berpikir kreatif untuk menemukan inspirasi bisnis.
3. Menganalisa dan memanfaatkan inspirasi bisnis untuk dijadikan alternatif-alternatif peluang bisnis Anda.
4. Mengubah dan menentukan alternatif-alternatif peluang menjadi sebuah bisnis.
B. Tahap merencanakan kerangka bisnis Anda atau business software
Tahapan merencanakan untuk memulai sebuah bisnis:
1. Perencanaan bisnis.
2. konsep dan aspek-aspek manajemen bisnis.
3. Hal-hal yang berisi tentang pengetahuan-pengetahuan lain yang akan dirangkai oleh kewirausahaan sebagai benang merah pengikat ilmu-ilmu tersebut.
3. Memulai,Menjalankan,Mengelola, dan Mengembangkan Bisnis Anda
Memulai bisnis itu harus sama baiknya dengan saat Anda mempersiapkan dan merencanakan bisnisnya, karena memulai bisnis itu berarti menjalankan rencana sesuai dengan rencana bisnis (bussiness plan).
Itulah tahapan-tahapan yang perlu Anda ketahui, mengerti, dan bear-benar memahaminya untuk menjadi seorang wirausahawan.
Semakin Anda mengenal dan mengetahui peta sebuah tempat, maka Anda akan cepat mencapai tujuan, tidak menyerah, terus memotivasi, serta bersemangat untuk mewujudkan mimpi Anda. Tetapi hal pertama yang harus dipahami adalah memahami, mengerti, dan mengetahui bagaimana berpikir kreatif. Sebagai langkah transformasi kedua, yaitu melepaskan diri untuk tidak terjebak dalam kebiasaan berpikir seperti orang lain dan belajar berpikir kreatif.
Komentar
Posting Komentar